<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Jaka Laut Blog</title>
	<atom:link href="http://jakalaut.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jakalaut.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Jun 2010 16:29:06 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='jakalaut.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Jaka Laut Blog</title>
		<link>http://jakalaut.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://jakalaut.wordpress.com/osd.xml" title="Jaka Laut Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://jakalaut.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>cinta</title>
		<link>http://jakalaut.wordpress.com/2010/06/22/cinta-4/</link>
		<comments>http://jakalaut.wordpress.com/2010/06/22/cinta-4/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 16:18:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jakalaut</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakalaut.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Tetesan Air Mata Pernah menangis? Pasti pernah ya, paling tidak sekali seumur hidup kita pasti menangis, yaitu saat dilahirkan. Saat itu uraian tetesan air di sudut mata menjadi kebahagiaan orang-orang yang mengasihi kita. Lalu, apakah air mata itu identik dengan kelemahan, bahkan kecengengan? Mungkin iya, tapi mungkin juga tidak. Air mata bisa juga menjadi berharga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakalaut.wordpress.com&amp;blog=9148357&amp;post=9&amp;subd=jakalaut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tetesan Air Mata<br />
Pernah menangis? Pasti pernah ya, paling tidak<br />
sekali seumur hidup kita pasti menangis, yaitu<br />
saat dilahirkan. Saat itu uraian tetesan air di sudut<br />
mata menjadi kebahagiaan orang-orang yang<span id="more-9"></span><br />
mengasihi kita. Lalu,</p>
<p>apakah air mata itu identik dengan kelemahan,<br />
bahkan kecengengan? Mungkin iya, tapi mungkin<br />
juga tidak. Air mata bisa juga menjadi berharga<br />
atau malah tidak berharga lho.</p>
<p>Seseorang lelaki yang sesenggukan karena<br />
kekasihnya telah pergi meninggalkan dirinya, bisa<br />
jadi air mata saat itu tidak berharga sama sekali.<br />
Demikian juga uraian air mata seorang wanita<br />
yang &#8216;mengorbankan harga dirinya&#8217; kepada Arjuna,<br />
Sang Pemetik Cinta, justru pada saat cinta<br />
mereka sebenarnya belum diikat dengan ikatan<br />
suci, maka saat itu air mata hanyalah kesia-siaan.</p>
<p>Namun air mata juga bisa menjadi sangat<br />
berharga, bahkan sangat berharga. Di dunia,<br />
sebagai contoh, air mata bisa menjadi tema<br />
tulisan yang laku dijual dan menjadi tema yang tak<br />
pernah henti-hentinya mengalir ke benak banyak<br />
penulis.</p>
<p>Pernah tahu buku-buku yang pernah laris di<br />
Jepang? Di antara buku-buku terlaris itu<br />
adalah &#8220;Gotan Fumanzoku&#8221;, karya autobiografis<br />
Hirotada Ototake, seorang pria yang lahir tanpa<br />
kaki dan tangan namun tetap bersemangat dalam<br />
hidupnya, menamatkan studinya di Universitas<br />
Waseda dan pernah menjadi presenter berita<br />
olahraga di televisi.</p>
<p>Ada pula buku yang lain, yaitu &#8220;Dakara Anata mo<br />
Ikinuite&#8221;, sebuah autobiografi Mitsuyo Ohira,<br />
seorang wanita yang menjadi sasaran olok-olok<br />
ketika duduk di sekolah menengah. Ohira san<br />
pernah mencoba bunuh diri ketika remaja,<br />
menikah dengan seorang gangster pada usia<br />
enam belas tahun, bercerai, namun kemudian<br />
berhasil bangkit dari masa lalunya dan kini<br />
menjadi pengacara. Kisah-kisah haru seperti ini<br />
dan menguras air mata juga banyak diminati<br />
masyarakat pembaca di Jepang.</p>
<p>Air mata memang ibarat hujan yang jatuh dari<br />
langit pada lahan hati yang tandus, gersang dan<br />
kering kerontang. Ia bisa melunakkan hati dan jiwa<br />
yang keras membatu, perlahan lunak dan menjadi<br />
peka terhadap lingkungan sosial.</p>
<p>Dalam Islam, air mata sangat berharga nilainya<br />
saat penyesalan, kerinduan pada manusia-<br />
manusia yang tawadhu&#8217;. Menyiram kegersangan<br />
taman hati dan jiwa, serta qalbu yang gersang<br />
dengan berbagai nista hingga perlahan pupus,<br />
bagaikan debu-debu yang hanyut terbawa arus<br />
oleh butiran-butiran do&#8217;a yang dimunajatkan<br />
kepada-Nya.</p>
<p>Mahal&#8230; sungguh sangat mahal harganya tetesan<br />
air mata yang mengalir saat khusuk menghadap-<br />
Nya, bahkan salah satu dari dua tetesan yang<br />
disukai Rasulullah SAW adalah air mata yang<br />
mengalir karena rasa takut dan rindu kepada Allah<br />
SWT. Beliau, kekasih Allah, merengguk,<br />
menumpahkan air mata karena penuh harap untuk<br />
berjumpa dengan-Nya. Abu Bakar ash-Shidiq r.a.<br />
pun senantiasa sesegukan ketika menegakkan<br />
sholat.</p>
<p>Seorang mujahid serta sekaligus mujaddid yang<br />
pernah hidup di dunia ini, Hasan al Banna juga<br />
pernah menguraikan air matanya karena<br />
memikirkan ummat ini. Betapa sang mujahid<br />
menginginkan agar ummat mengetahui bahwa<br />
mereka lebih dicintai daripada dirinya sendiri,<br />
sesaat pun kami tidak akan pernah menjadi<br />
musuh kalian. Betapa bangganya beliau ketika<br />
jiwa-jiwa ini gugur sebagai penebus kehormatan<br />
mereka, atau menjadi harga bagi tegaknya<br />
kejayaan, kemuliaan dan terwujudnya cita-cita<br />
Islam. Rasa cinta yang mengharu-biru hati,<br />
menguasai perasaan bahkan mencabut rasa<br />
ngantuk di pelupuk mata hingga membuat beliau<br />
memeras air matanya. Air mata yang mengalir<br />
karena menyaksikan bencana yang mencabik-<br />
cabik ummat ini, sementara kita hanya sanggup<br />
menyerah pada kehinaan serta pasrah pada<br />
keputusasaan.</p>
<p>Lalu, bagaimanakah dengan kita? Takkala kita<br />
lahir menangis, namun orang-orang di sekeliling<br />
kita tertawa bahagia karena menyambut kelahiran<br />
kita. Namun orang-orang yang kita tinggalkan<br />
menangis pilu saat kita tutup usia, saat itu apakah<br />
kita juga turut menangis ataukah tertawa bahagia<br />
karena akan berjumpa dengan Allah SWT? Adakah<br />
prestasi kita hanya lahir, hidup, mati, kemudian<br />
dilupakan orang, bahkan oleh orang-orang terdekat<br />
kita? Lalu setelah itu pasrah, rebah di bantalan<br />
tanah, cemas menanti pengadilan akhir yang pasti<br />
tiba.</p>
<p>Ya akhi wa ukhti fillah, Semoga Allah SWT<br />
menjadikan air mata yang jatuh di sudut-sudut<br />
mata kita adalah air mata yang berharga<br />
dipandangan-Nya, hingga dapat membersihkan<br />
hati yang pekat ini untuk mudah disusupi cahaya<br />
Ilahi Rabbi. Semoga air mata ini kelak tidak<br />
menjadi tetesan darah karena letihnya kita<br />
berteriak dan mengetuk pintu surga yang telah<br />
tertutup rapat setelah pengadilan itu nanti.</p>
<p>Sungguh, tetesan air mata di dunia ini adalah lebih<br />
baik bagi kita ketimbang menangis di akhirat nanti,<br />
menangislah sebelum datang hari dimana kita<br />
semua akan ditangisi, karena itu pasti terjadi.</p>
<p>Ya Allah, yang manusia harus takuti Angkatlah<br />
kami dari lembah maksiat Sampai kami keluar dari<br />
dunia Tak bawa beban walau sebesar zarah [Air<br />
Mata: from Izzatul Islam]</p>
<p>Wallahu alam bi showab<img class="alignright size-full wp-image-11" title="lklpppp" src="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/08/lklpppp.jpg?w=240&#038;h=180" alt="lklpppp" width="240" height="180" /><img class="aligncenter size-full wp-image-16" title="cewekwwww" src="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/08/cewekwwww.jpg?w=500&#038;h=339" alt="cewekwwww" width="500" height="339" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jakalaut.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jakalaut.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jakalaut.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jakalaut.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jakalaut.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jakalaut.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jakalaut.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jakalaut.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jakalaut.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jakalaut.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jakalaut.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jakalaut.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jakalaut.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jakalaut.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakalaut.wordpress.com&amp;blog=9148357&amp;post=9&amp;subd=jakalaut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakalaut.wordpress.com/2010/06/22/cinta-4/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bd77870968ffbc8d2a7b8c35ed873ada?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jakalaut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/08/lklpppp.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lklpppp</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/08/cewekwwww.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">cewekwwww</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tinkatan sholat khusuk</title>
		<link>http://jakalaut.wordpress.com/2010/06/22/tinkatan-sholat-khusuk/</link>
		<comments>http://jakalaut.wordpress.com/2010/06/22/tinkatan-sholat-khusuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 16:11:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jakalaut</dc:creator>
				<category><![CDATA[sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakalaut.wordpress.com/?p=66</guid>
		<description><![CDATA[Khusy’u adalah suatu rangkaian, bagaimana mungkin kita mendapatkannya kalau ritual-ritual yang kita lakukan dari awal hingga akhir tidak mencerminkan kekhusyu’an. Ritual dimulai dari level persiapan yang seharusnya dimulai dengan mengukuhkan semua perhatian kita hanya kepada sholat, lalu meningkat pada level gerakan yang seharusnya kita lakukan sesuai dengan petunjuk nabi dan dengan tenang dan tuma’ninah, sebab [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakalaut.wordpress.com&amp;blog=9148357&amp;post=66&amp;subd=jakalaut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Khusy’u adalah suatu rangkaian, bagaimana mungkin kita mendapatkannya kalau ritual-ritual yang kita lakukan dari awal hingga akhir tidak mencerminkan kekhusyu’an. Ritual dimulai dari <a href="http://gerakansholat.wordpress.com/tag/levelisasi-sholat-khusyu/khusyu-persiapan/" target="_blank">level persiapan</a> yang<span id="more-66"></span> seharusnya dimulai dengan mengukuhkan semua perhatian kita hanya kepada sholat, lalu meningkat pada <a href="http://gerakansholat.wordpress.com/tag/levelisasi-sholat-khusyu/khusyu-gerakan/">level gerakan</a> yang seharusnya kita lakukan sesuai dengan petunjuk nabi dan dengan tenang dan tuma’ninah, sebab bagaimana kita bisa mendapat kekhusyu’an kalau gerakan kita tidak benar dan terburu-buru. Level selanjutnya adalah <a href="http://gerakansholat.wordpress.com/tag/levelisasi-sholat-khusyu/khusyu-bacaan/">level bacaan</a>, tentu ucapan bacaan sholat yang kita lakukan harus sesuai dengan petunjuk nabi, dengan tartil, lirih dan menghiba. kemudian level pikiran, berusaha berkonsentrasi penuh dengan seluruh sholat kita, memahami makna namun tetap menyadari lingkungan sekitar kita, sehingga kita tetap dapat mengingat sudah berapa rakaat sholat kita misalnya. Terakhir, tingkatan yang paling tinggi adalah <a href="http://gerakansholat.wordpress.com/tag/levelisasi-sholat-khusyu/khusyu-perasaan/">level khusyu’ perasaan</a>, level ini akan membawa kenikmatan bagi yang melaksanakannya. Komunikasi dengan Allah begitu syahdunya dan inilah rahmat yang Allah janjikan itu. Nikmatnya melaksanakan sholat tentu saja tidak hanya dapat dicapai dengan melaksanakan tiap level itu dengan sebaik-baiknya, tapi juga  kita harus berusaha mengamalkan hikmah sholat pada kehidupan kita sehari-hari. tanpa pengamalan tentu rahmat Allah tidak akan turun, karena pengamalan adalah manifestasi implementasi sholat kita agar kita menjadi manusia yang menebarkan ‘rahmat’ bagi semua yang ada di sekelilingnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jakalaut.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jakalaut.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jakalaut.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jakalaut.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jakalaut.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jakalaut.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jakalaut.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jakalaut.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jakalaut.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jakalaut.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jakalaut.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jakalaut.wordpress.com/66/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jakalaut.wordpress.com/66/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jakalaut.wordpress.com/66/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakalaut.wordpress.com&amp;blog=9148357&amp;post=66&amp;subd=jakalaut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakalaut.wordpress.com/2010/06/22/tinkatan-sholat-khusuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bd77870968ffbc8d2a7b8c35ed873ada?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jakalaut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>wedus</title>
		<link>http://jakalaut.wordpress.com/2010/06/22/wedus/</link>
		<comments>http://jakalaut.wordpress.com/2010/06/22/wedus/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jun 2010 14:40:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jakalaut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakalaut.wordpress.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[ANCAMAN MENINGGALKAN SHOLAT BERJAMAAH ( Sambungan dari halaman 2 ) • Sahabat Abu Darda ra berkata, saya mendengar Rosulullah SAW bersabda : “ Tidaklah terdapat tiga orang dalam satu kampung atau satu pedalaman, dan mereka tidak melaksanakan sholat berjamaah, kecuali syetan mengusai mereka. Maka hendaklah kalian berjamaah, karena sesungguhnya seekor srigala akan memakan domba yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakalaut.wordpress.com&amp;blog=9148357&amp;post=146&amp;subd=jakalaut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>ANCAMAN MENINGGALKAN SHOLAT BERJAMAAH<br />
( Sambungan dari halaman  2 )<br />
•   Sahabat Abu Darda ra berkata, saya mendengar Rosulullah SAW bersabda :<br />
“ Tidaklah terdapat tiga orang dalam satu kampung atau satu  pedalaman, dan mereka tidak melaksanakan sholat berjamaah, kecuali <span id="more-146"></span> syetan mengusai mereka. Maka hendaklah kalian berjamaah, karena  sesungguhnya seekor srigala akan memakan domba yang terpisah dari  kelompoknya. “ ( HR Ahmad, Abu daud, Nasa’i, Ibnu Khuzaimah, Ibunu  Hibban dan Hakim- At-Thargib )</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jakalaut.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jakalaut.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jakalaut.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jakalaut.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jakalaut.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jakalaut.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jakalaut.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jakalaut.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jakalaut.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jakalaut.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jakalaut.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jakalaut.wordpress.com/146/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jakalaut.wordpress.com/146/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jakalaut.wordpress.com/146/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakalaut.wordpress.com&amp;blog=9148357&amp;post=146&amp;subd=jakalaut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakalaut.wordpress.com/2010/06/22/wedus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bd77870968ffbc8d2a7b8c35ed873ada?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jakalaut</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sh</title>
		<link>http://jakalaut.wordpress.com/2009/09/15/sh/</link>
		<comments>http://jakalaut.wordpress.com/2009/09/15/sh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 03:09:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jakalaut</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakalaut.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah teman-teman berfikir bahwa seluruh makhluk di dunia ini diciptakan Allah dalam rangka untuk beribadah kepada-Nya (Surat Adz Dzariaat : 56). Bukan hanya manusia, tetapi juga tumbuhan, hewan bahkan alam semesta ini, semuanya beribadah tunduk dan patuh, beribadah kepada Allah Swt. Hanya saja, (mungkin) kita tidak pernah tahu, model ibadah macam apa yang mereka kerjakan. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakalaut.wordpress.com&amp;blog=9148357&amp;post=26&amp;subd=jakalaut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-25" title="ramadhana" src="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/08/ramadhana1.jpg?w=160&#038;h=120" alt="ramadhana" width="160" height="120" /></p>
<div>
<div>Pernahkah teman-teman berfikir bahwa seluruh makhluk di dunia ini diciptakan Allah dalam rangka untuk beribadah kepada-Nya (Surat Adz Dzariaat : 56). Bukan hanya manusia, tetapi juga tumbuhan, hewan bahkan alam semesta ini, semuanya beribadah tunduk dan patuh, beribadah kepada Allah Swt. Hanya saja, (mungkin) kita tidak pernah tahu, model ibadah macam apa yang mereka kerjakan.</p>
<p>shalatBagi manusia, salah satu<span id="more-26"></span> bentuk ibadah itu adalah menjalankan shalat. Shalat menjadi penting kedudukannya bagi manusia karena perintahnya langsung dari Allah kepada Nabi Muhammad Saw tanpa melalui perantaraan malaikat Jibril. Maka tidaklah mengherankan jika shalat menjadi rukun islam utama setelah syahadat. Bahkan Rasulullah Saw pernah bersabda bahwa shalat merupakan ibadah yang akan ditanyakan pertama kali ketika di akhirat kelak. Jika shalat kita tertib dan baik, maka amalan-amalan yang lain juga akan baik. Artinya lolos seleksi gitu. Tapi jiwa shalatnya amburadul, sehari shalat dua hari tidak, maka sudah dipastikan amal yang lain juga tidak akan menjadi sempurna. Lebih lanjut, Rasulullah juga mengingatkan kita bahwa shalat merupakan tiang agama. Hal inilah yang menjadi indikator kesungguhan seseorang memegang teguh agamanya atau tidak. Mendirikan shalat berarti mendirikan agama, artinya dia telah membangun bangunan (sendi-sendi) agama setelah tertanam pondasi agama melalui syahadat dan pengakuan keimanan. Sebaliknya, meninggalkan shalat berarti secara tidak sadar dia telah merobohkan bangunan (sendi-sendi) agama yang menopang segala sifat keji dan mungkar. Artinya, tidak ada lagi pelindung dalam dirinya ketika datang badai kemaksiatan yang meluluhlantahkan jiwanya. Dan hal ini seakan menjelaskan hadist sebelumnya, bahwa ada kaitan yang erat antara ibadah shalat dan amal ibadah lainnya. Demikianlah Rasulullah pernah bertutur kepada kita.</p>
<p>Sudah banyak hikmah dan keajaiban shalat bagi manusia. Dengan shalat, badan dan jiwa menjadi sehat. Lihat, saja dalam gerakan shalat terkandung olah raga fisik layaknya senam kesegaran jasmani. Ditambah lagi, olah rasa, jiwa dan karsa melalui bacaan-bacaan dalam shalat yang kebanyakan merupakan doa (shalat memang artinya doa) yang membuat jiwa serasa tenang dan damai. Sungguh merupakan sebuah perpaduan yang mengagumkan! Maka, ketika hati serasa kusut, jiwa serasa hampa, maka shalat menjadi semacam terapi mental untuk menjadi pribadi lebih baik.</p>
<p>Sebagaimana kita ketahui, shalat terdiri dari berbagai macam. Namun gerakan ini dapat diringkas menjadi 4 hal saja yakni : berdiri, ruku, sujud dan duduk. Demikian seterusnya. Namun, coba perhatikan dengan cermat, posisi gerakan shalat ternyata sangat mengagumkan. Jika diukur sudut-sudutnya, maka akan didapatkan bahwa gerakan shalat mulai dari posisi berdiri (0°), rukuk (90°) dan dua kali sujud (2 x 135°) yang jika dijumlahkan akan menghasilkan sebuah sudut putaran penuh 360°. Hal ini berarti bahwa gerakan shalat sebenarnya adalah gerakan memutar yang di lakukan berulang-ulang.</p>
<p>galaksiMari kita bandingkan dengan contoh yang berbeda. Thawaf mengelilingi ka’bah adalah gerakan memutar. Maka tidak salah jika dalam ilmu fikih, syarat untuk melakukan thawaf sama dengan syarat shalat, yakni harus suci dengan berwudlu terlebih dahulu. Hal ini pula yang menjelaskan bahwa thawaf adalah sama dengan shalat. Contoh lain, selain beputar pada porosnya, bulan berputar mengelilingi bumi. Bumi juga berputar pada porosnya dan bersama-sama bulan mengelilingi matahari. Juga planet-planet lain mengelilingi matahari dalam satu galaksi yang kita sebut galaksi bimasakti (milky way). Matahari beserta anggotanya juga berputar mengelilingi sesuatu yang entah apa namanya, hanya Allah Yang Maha Tahu. Lihatlah, temans. Mereka semua berputar seperti yang telah diperintahkan Allah dalam shalat. Dan hal ini menjadi bukti bahwa alam semesta ini juga ikutan shalat sama seperti juga manusia. Sungguh mengagumkan, bukan?</p>
<p>Lalu , tahukah anda temans mengapa rakaat shalat berjumlah 17 rakaat dengan pembagian 2 rakaat subuh, 4 rakaat dzuhur, 4 rakaat ashar, 3 rakaat maghrib, 4 rakaat isya? Mmm. . kalo jawabannya “memang dari udah dari sononya, kok!” maka jawaban anda terlalu biasa. Ternyata ada filosofi dan sejarahnya loh mengapa rakaat shalat bisa demikian. Mau tau? Hal ini terkait erat dengan apa yang pernah dialami nabi-nabi terdahulu yang dikenal dengan sebutan “ulul azmi” yakni nabi/rasul yang paling tabah menghadapi cobaan dan pernah merasa bersalah akibat perbuatan yang pernah mereka lakukan.</p>
<p>1. Dua rakaat Subuh melambangkan penyatuan jasad dan ruh. Shalat ini pernah diperintahkan kepada Nabi Adam AS gara-gara melanggar perintah Allah untuk tidak memakan buah khuldi. Ketika dilanggar, beliau dan istrinya, Siti Hawa diturunkan ke bumi dan dipisahkan Allah selama 200 tahun. Nabi Adam As diturunkan di India, sementara SIti Hawa di Jeddah. Setelah sekian lama memohon ampun kepada Allah, diperintahkannya untuk shalat subuh dua rakaat di Jabal rahmah, Arafah. Dan akhirnya mereka berdua bertemu kembali.<br />
2. Empat rakaat Dzuhur melambangkan dua tangan dan dua kaki. Pernah diperintahkan kepada Nabi Ibrahim ketika akan dibakar oleh Raja Namrudz. Akhirnya Allah menyelamatkan beliau dari api yang panas dan berubah menjadi dingin untuk Nabi Ibrahim.<br />
3. Empat rakaat Ashar melambangkan dua punggung (kanan dan kiri), dada dan kemaluan. Pernah diperintahkan kepada Nabi Yunus AS yang melarikan diri dari kaumnya lalu ditelan oleh ikan hut (paus). Dengan memohon ampun kepada Allah, Nabi Yunus pun akhirnya diselamatkan oleh Allah.<br />
4. Tiga rakaat Maghrib melambangkan dua lubang hidung dan mulut. Pernah diperintahkan kepada Nabi Nuh AS ketika terjadi banjir banding, yang ketika itu sempat menyeru anaknya untuk masuk ke dalam perahu, namun ditolak karena anaknya (Kan’an) tergolong ke dalam orang-orang yang ingkar. Setelah shalat, air pun surut dan Allah menyelamatkannya dengan mendaratkan perahu di bukit Juhdi, Irak.<br />
5. Empat rakaat Isya melambangkan dua mata dan dua telinga. Pernah diperintahkan kepada Nabi Musa AS ketika terjepit karena kejaran pasukan Fir’aun. Allah memerintahkannya untuk shalat, dan akhirnya menyelamatkannya dengan membelah laut melalui perantaraan tongkatnya.</p>
<p>manusiaDemikianlah temans, ternyata segala sesuatu yang Allah perintahkan kepada kita tidak datang begitu saja, tetapi telah diatur sedemikian rupa. Jumlah rakaat sebanyak 17 rakaat tadi sama persis dengan jumlah anggota tubuh dan ruh manusia yang penting. Maka tidaklah mengherankan, jika kita melaksanakan shalat, Allah akan menjamin keselamatan anggota tubuh kita dari panasnya api neraka. Selain itu, menurut penelitian, manusia juga memiliki 17 sendi yang berukuran besar. Jumlah sendi ini konon katanya berkaitan erat dengan kelaziman manusia yang selalu terjaga 17 jam sehari semalam, yakni tiga jam di awal malam, dua jam di awal siang dan dua belas jam di siang hari. makanya, pada 17 jam itu, manusia diawasi gerak-geriknya oleh Allah. Bangsa Indonesia sendiri memiliki keistimewaan dengan angka 17 yakni proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945. Tanggal 17 Ramadhan adalah tanggal dimana Allah menurunkan Al Qur’an kepada Nabi Muhammad Saw (Nuzulul Qur’an). Dan mungkin masih banyak lagi, rahasia-rahasia shalat yang belum diungkap oleh manusia. Yang jelas, perintah shalat benar-benar dahsyat!</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-133" title="3753340640_4ca6b4c8b5" src="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/08/3753340640_4ca6b4c8b51.jpg?w=497&#038;h=331" alt="3753340640_4ca6b4c8b5" width="497" height="331" /></p>
</div>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jakalaut.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jakalaut.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jakalaut.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jakalaut.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jakalaut.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jakalaut.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jakalaut.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jakalaut.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jakalaut.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jakalaut.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jakalaut.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jakalaut.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jakalaut.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jakalaut.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakalaut.wordpress.com&amp;blog=9148357&amp;post=26&amp;subd=jakalaut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakalaut.wordpress.com/2009/09/15/sh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bd77870968ffbc8d2a7b8c35ed873ada?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jakalaut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/08/ramadhana1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">ramadhana</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/08/3753340640_4ca6b4c8b51.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3753340640_4ca6b4c8b5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sholat khusuk</title>
		<link>http://jakalaut.wordpress.com/2009/09/15/sholat-khusuk/</link>
		<comments>http://jakalaut.wordpress.com/2009/09/15/sholat-khusuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 02:40:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jakalaut</dc:creator>
				<category><![CDATA[sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakalaut.wordpress.com/?p=129</guid>
		<description><![CDATA[Seorang ahli ibadah bernama Isam Bin Yusuf, sangat warak dan khusyuk solatnya. Namun, dia selalu kuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasainya kurang khusyuk. Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Assam dan bertanya, “Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakalaut.wordpress.com&amp;blog=9148357&amp;post=129&amp;subd=jakalaut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seorang ahli ibadah bernama Isam Bin Yusuf, sangat warak dan khusyuk solatnya. Namun, dia selalu kuatir kalau-kalau ibadahnya kurang khusyuk dan <span id="more-129"></span>selalu bertanya kepada orang yang dianggapnya lebih ibadahnya, demi untuk memperbaiki dirinya yang selalu dirasainya kurang khusyuk. Pada suatu hari, Isam menghadiri majlis seorang abid bernama Hatim Al-Assam dan bertanya, “Wahai Aba Abdurrahman, bagaimanakah caranya tuan solat?”.</p>
<p>Hatim berkata, “Apabila masuk waktu solat, aku berwudlu zahir dan batin.”<img class="alignright size-full wp-image-130" title="3920162436_337e5643ff" src="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/09/3920162436_337e5643ff.jpg?w=497&#038;h=331" alt="3920162436_337e5643ff" width="497" height="331" /></p>
<p>Isam bertanya, “Bagaimana wudlu zahir dan batin itu?”</p>
<p>Hatim berkata, ” wudlu zahir sebagaimana biasa yaitu membasuh semua anggota wudlu dengan air”. Sementara wudlu batin ialah membasuh anggota dengan tujuh perkara :<br />
Bertaubat<br />
Menyesali dosa yang telah dilakukan<br />
Tidak tergila-gilakan dunia<br />
Tidak mencari/mengharap pujian orang (riya’)<br />
Tinggalkan sifat berbangga<br />
Tinggalkan sifat khianat dan menipu<br />
Meninggalkan sifat dengki.”</p>
<p>Seterusnya Hatim berkata, “Kemudian aku pergi ke masjid, aku kemaskan semua anggotaku dan menghadap kiblat. Aku berdiri dengan penuh kewaspadaan dan aku rasakan aku sedang berhadapan dengan Allah, Syurga di sebelah kananku, Neraka di sebelah kiriku, Malaikat Maut berada di belakangku, dan aku bayangkan pula aku seolah-olah berdiri di atas titian ‘Siratal mustaqim’ dan menganggap bahawa solatku kali Ini adalah solat terakhir bagiku, kemudian aku berniat dan bertakbir dengan baik.”</p>
<p>“Setiap bacaan dan doa dalam solat, ku faham maknanya, kemudian aku rukuk dan sujud dengan tawadhuk, aku bertasyahud dengan penuh pengharapan dan aku memberi salam dengan ikhlas. Beginilah aku bersolat selama 30 tahun”. Apabila Isam mendengar, menangislah dia kerana membayangkan ibadahnya yang kurang baik bila dibanding-kan dengan Hatim.</p>
<p>Bagaimana dengan sholat kita ? apakah sudah khusyuk ?</p>
<p>Untuk manfaat kita bersama, silahkan sebarkan artikel ini ke sahabat-sahabat anda !</p>
<p>***</p>
<p>Efek nyata shalat khusuk dalam kehidupan sehari hari<img class="alignright size-full wp-image-137" title="3919861170_7d469c258f" src="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/09/3919861170_7d469c258f.jpg?w=497&#038;h=390" alt="3919861170_7d469c258f" width="497" height="390" /></p>
<p>Shalat yang dilakukan dengan benar dan khusuk akan menimbulkan efek yang nyata dalam kehidupan sehari hari. Beberapa indikator yang dapat anda rasakan dalam kehidupan sehari hari sebagai hasil dari shalat yang benar dan khusuk antara lain :</p>
<p>1. Badan terasa lebih segar dan relaks selama dan sesudah mengerjakan shalat</p>
<p>2. Anda bisa merasakan suatu perasan nikmat dan asyik ketika mengerjakan shalat, hati dan fikiran terasa relaks dan focus pada kalimat yang dibaca. Adakalanya perasaan anda terbawa hanyut oleh ayat yang dibaca hingga badan bergetar dan kadang kala anda menangis karena merasakan kedahysatan Allah , kasih sayang dan azab -Nya..</p>
<p>3. Hati dan fikiran selalu merasa bahagia, nyaman, tentram, optimis dalam menjalankan kehidupan jauh dari perasaan sedih, duka, cemas, takut , putus asa, tertekan dan stress berkepanjangan.</p>
<p>4. Memiliki daya tahan yang tinggi terhadap cobaan dan tekanan hidup. Berbagai musibah dan kesulitan yang menghadang tidak menyebabkan nya patah semangat dan berputus asa.</p>
<p>5. Terpelihara dari melakukan perbuatan tercela dan perbuatan keji lainnya</p>
<p>6. Memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi dalam menyelesaikan dan menghadapi berbagai masalah yang datang menghadang dalam kehidupan sehari hari.</p>
<p>7. Tidak takut menghadapi ancaman dari manapun, ia hanya tunduk dan takut pada Allah Subhanahu wataala.</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-141" title="3040046295_3aa68b3197" src="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/09/3040046295_3aa68b31972.jpg?w=355&#038;h=500" alt="3040046295_3aa68b3197" width="355" height="500" /></p>
<p>Jika anda belum melaksanakan shalat dengan benar dan khusuk, anda akan mendapatkan efek yang berlawanan dari hal yang telah disebutkan diatas. Beberapa indikator yang bisa anda amati dan rasakan jika anda belum melakukan shalat dengan benar dan khusuk antara lain sebagai berikut.</p>
<p>1. Shalat terasa sebagai beban dan dirasakan sebagai suatu kegiatan yang membosankan. Selama mengerjakan shalat fikiran melayang kemana mana . dan ada keinginan untuk segera selesai dari mengerjakan shalat</p>
<p>2. Shalat tidak meninggalkan bekas yang nyata dalam kehidupan sehari hari. Hati dan fikiran sering dirongrong perasaan gelisah, sedih, cemas, kecewa, putus asa, tertekan dan stres berkepanjangan.</p>
<p>3. Daya tahan terhadap cobaan dan tekanan hidup sangat lemah, mudah panik dan putus asa. Sehingga sering tergiur untuk mencari pertolongan alternatif seperti paranormal, dukun, ajimat dan perbuatan musyrik lainnya.</p>
<p>4. Kecerdasan spiritual lemah sehingga mudah tergiur untuk melakukan perbuatan tercela dan keji lainnya demi mendapatkan apa yang diinginkan.</p>
<p>5. Sangat takut terhadap acaman manusia dan lain sebagainya, rasa takut tersebut mengalahkan rasa takutnya pada Allah, hingga mudah tergelincir pada perbuatan tercela dan perbuatan musyrik lainnya.</p>
<p>Demikianlah, mari kita tingkatkan mutu shalat kita masing masing, dengan berusaha untuk mengerti dan memahami setiap ayat atau kalimat yang kita ucapkan dalam shalat kita sehari hari. Perhatikan perubahan yang terjadi setelah anda bisa melaksanakan shalat dengan benar dan khusuk.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jakalaut.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jakalaut.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jakalaut.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jakalaut.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jakalaut.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jakalaut.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jakalaut.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jakalaut.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jakalaut.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jakalaut.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jakalaut.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jakalaut.wordpress.com/129/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jakalaut.wordpress.com/129/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jakalaut.wordpress.com/129/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakalaut.wordpress.com&amp;blog=9148357&amp;post=129&amp;subd=jakalaut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakalaut.wordpress.com/2009/09/15/sholat-khusuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bd77870968ffbc8d2a7b8c35ed873ada?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jakalaut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/09/3920162436_337e5643ff.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3920162436_337e5643ff</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/09/3919861170_7d469c258f.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3919861170_7d469c258f</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/09/3040046295_3aa68b31972.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3040046295_3aa68b3197</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://jakalaut.wordpress.com/2009/09/15/116/</link>
		<comments>http://jakalaut.wordpress.com/2009/09/15/116/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2009 00:58:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jakalaut</dc:creator>
				<category><![CDATA[puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakalaut.wordpress.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Bismillahirrohmanirrohiim… Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barokaatuh. Segala puji bagi Allah, shalawat, serta salam semoga dilimpakan kepada Rasulullah, keluarga, sahabat dan para pengikutnya. Ada banyak rahasia di balik apa yang disyari’atkan Allah subhanahu wa ta’ala. Ada banyak hikmah di balik hokum-hukum tang Allah tetapkan, ada banyak tujuan di balik apa yang Allah ciptakan. Di antara rahasia, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakalaut.wordpress.com&amp;blog=9148357&amp;post=116&amp;subd=jakalaut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillahirrohmanirrohiim…<br />
Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barokaatuh.<img class="alignright size-full wp-image-118" title="10-3-river" src="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/09/10-3-river.jpg?w=400&#038;h=300" alt="10-3-river" width="400" height="300" /></p>
<p>Segala puji bagi Allah, shalawat, serta salam semoga dilimpakan kepada Rasulullah, keluarga, sahabat dan para pengikutnya.</p>
<p>Ada banyak rahasia di balik apa yang disyari’atkan Allah subhanahu wa ta’ala. Ada banyak hikmah di balik<span id="more-116"></span> hokum-hukum tang Allah tetapkan, ada banyak tujuan di balik apa yang Allah ciptakan. Di antara rahasia, hikmah dan tujuan ini ada yang diketahui oleh akal manusia; tetapi ada juga yang tidak dapat dijangkau olehnya. Berkenaan dengan sebagian hikmah puasa, Allah ta’ala berfirman:</p>
<p>““Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa ,” (QS.al-Baqarah: 183).</p>
<p>Sebab puasa adalah jalan menuju ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dan orang yang berpuasa adalah orang yang yang terdekat dengan Rabb-nya. Saat perutnya kosong, hatinya bersih, ketika hatinya merasakan kepuasan, saat rongga perutnya merasakan haus matanya menangis. Di dalam sebuah hadits shahih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:</p>
<p>““Wahai para pemuda, barangsiapa di antara kalian telah mampu untuk menikah, hendaklah ia menikah. Sebab nikah dapat mengendalikan pandangan mata dan dapat menjaga kesucian farji. Orang yang tidak mampu, hendaknya ia berpuasa, sebab puasa baginya menjadi penawar.”</p>
<p>1. Puasa mempersempit aliran makanan dan darah yang notabene merupakan aliran setan, sehingga dengan demikian bisikannya menjadi sedikit.</p>
<p>2. Puasa melemahkan syahwat, hasrat jahat dan keinginan maksiat sehingga ruh menjadi tak ternoda.</p>
<p>3. Puasa mengingatkan orang yang berpuasa bahwa di antara saudara-saudaranya yang berpuasa ada yang kelaparan, yang membutuhkan, yang fakir, yang miskin. Sehingga ia berkenan mengasihi, menyayangi, dan menolong mereka.<br />
““Wahai orang yang berpuasa yang meninggalkan makan demi menjaga kesucian diri. Yang memberi makan kepada orang yang sedang kelaparan dan dalam kesusahan. Bergembiralah dengan id-mu pada hari Kiamat yang akan dilimpahi rahmat yang dikelilingi dengan kebaikan dan kemurahan.”</p>
<p>4. Puasa adalah media pendidikan jiwa, pensucian hati, pengendalian pandangan, dan menjaga anggota tubuh dari dosa.</p>
<p>5. Puasa adalah rahasia antara hamba dengan Rabb-nya. Dalam sebuah hadits Qudsi shahih dijelaskan bahwa Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:<br />
““Setiap amal putera Adam untuk dirinya, kecuali puasa, ia adalah untukku dan Aku sendiri yang akan membalasnya .”</p>
<p>Sebab tak ada yang mengetahui puasa seseorang kecuali Allah subhanahu wa ta’ala, berbeda dengan shalat, dan haji.</p>
<p>Para salaf yang shaleh mengenal puasa sebagai media pendekatan kepada Allah, medan pacu dalam kebaikan, musim berbuat kebaikan, maka mereka menangis karena gembira menyambutnya, dan menangis sedih karena berpisah dengannya.</p>
<p>Para salaf tahu benar tentang puasa, maka mereka mencinta Ramadhan, berusaha keras dalam bulan Ramadhan, mengorbankan diri mereka untuk Ramadhan, serta menjadikam malam sebagai saat untuk shalat, ruku’, sujud, menangis dan khusyu’; sedangkan siang digunakan untuk berdzikir, membaca al-Qur’an, mengajar, berdakwah, dan memberi nasehat.</p>
<p>Para salaf shaleh tahu benar tentang puasa sebagai hal yang menyenangkan mata dan menenangkan jiwa, melapangkan dada; Maka mereka mendidik jiwanya dengan tujuan-tujuan puasa, mensucikan jiwa dengan hikmah-hikmah puasa.</p>
<p>6. Para salaf, berdasarkan riwayat yang shahih, duduk di masjid dengan al-Qur’an, mereka membaca dan menangis, menjaga lidah dan mata dari hal-hal haram.</p>
<p>7. Puasa – wahai orang-orang yang berpuasa – adalah alat pemersatu kaum Muslimin, mereka berpuasa pada waktu yang bersamaan dan buka pada saat yang sama pula, merasakan lapar bersama, makan bersama, dengan rukun dan penuh persaudaraan, dengan cinta dan kesetiakawanan.</p>
<p>8. Puasa – wahai orang-orang yang berpuasa – adalah penghapus kesalahan dan penyirna kejahatan. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah bersabda:<br />
“Dari satu Jum’at ke jum’at, dari satu Umroh ke umroh yang lain, dari satu Ramadhan ke ramadhan yang lain adalah kafarat (penghapusan dosa-dosa) selama bukan termasuk dosa besar.”</p>
<p>9. Puasa – wahai Ash-Shaaimun – sungguh sehat untuk tubuh, sebab ia mengosongkan perut dan semua materi yang destruktif, mengistirahatkan pencernaan, membersihkan darah, menormalkan kerja hati, ruh menjadi cerah, jiwa menjadi bersih, dan akhlak menjadi terbina karenanya.</p>
<p>10. Bila seseorang berpuasa, maka dirinya terasa kerdil di hadapan Allah, hatinya mudah trenyuh, rasa rakusnya menipis, syahwatnya sirna, sehingga dengan demikian do’anya dikabulkan karena kedekatannya dengan Allah subhanahu wa ta’ala.<br />
11. Dalam puasa terdapat rahasia agung, yakni ketaatan menyembah Allah subhanahu wa ta’ala, patuh atas segala perintah-Nya, tunduk kepada syariat-Nya, meninggalkan hasrat makan, minum dan bersetubuh untuk mencari keridhaan-Nya.</p>
<p>12. Puasa merupakan kemenangan seorang Muslim mengalahkan hawa nafsunya, kemenangan seorang Muslim atas dirinya, ia setengah dari sabar. Maka orang yang tidak berpuasa tanpa udzur ia tidak akan pernah mampu mengendalikan dirinya, dan tak akan dapat mengalahkan hawa nafsunya.</p>
<p>13. Puasa adalah eksperimen luar biasa bagi jiwa agar ia berada pada kondisi siap 100% untuk menanggung beban dan menghadapi persoalan, siap menunaikan pekerjaan-pekerjaan penting dan agung seperti jihad fi sabilillah, menginfakkan harta benda di jalan Allah dan berkurban. Oleh karena itu, ketika Thalut hendak membunuh musuh-musuhnya, Allah menguji kaum Thalut dengan sebuah sungai. Thalut berkata kepada mereka:</p>
<p>“Maka tatkala Thalut keluar membawa tentaranya, ia berkata: &#8220;Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan suatu sungai. Maka siapa di antara kamu meminum airnya, bukanlah ia pengikutku. Dan barang siapa tiada meminumnya, kecuali menceduk seceduk tangan, maka ia adalah pengikutku.&#8221; Kemudian mereka meminumnya kecuali beberapa orang di antara mereka. Maka tatkala Thalut dan orang-orang yang beriman bersama dia telah menyeberangi sungai itu, orang-orang yang telah minum berkata: &#8220;Tak ada kesanggupan kami pada hari ini untuk melawan Jalut dan tentaranya.&#8221; Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: &#8220;Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS.al-Baqarah: 249).</p>
<p>Barangkali sebagian hikmah puasa tersimpul dalam taqwa kepada Allah subhanahu wa ta’ala, taat kepada perintah-Nya, menundukkan hawa nafsu, mengendalikan diri, mempersiapkan Muslim untuk siap berkurban dan mengendalikan seluruh anggota tubuh, mengendalikan syahwat, menyehatkan badan, menghapus dosa-dosa, persatuan dan persaudaraan, merasakan lapar orang-orang yang lapar, dan merasakan kebutuhan orang-orang yang kekurangan materi. Wallahu a’lam.<br />
<img class="alignright size-full wp-image-119" title="2124445424_4b7741ccfd_t" src="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/09/2124445424_4b7741ccfd_t.jpg?w=99&#038;h=100" alt="2124445424_4b7741ccfd_t" width="99" height="100" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jakalaut.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jakalaut.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jakalaut.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jakalaut.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jakalaut.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jakalaut.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jakalaut.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jakalaut.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jakalaut.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jakalaut.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jakalaut.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jakalaut.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jakalaut.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jakalaut.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakalaut.wordpress.com&amp;blog=9148357&amp;post=116&amp;subd=jakalaut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakalaut.wordpress.com/2009/09/15/116/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bd77870968ffbc8d2a7b8c35ed873ada?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jakalaut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/09/10-3-river.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">10-3-river</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/09/2124445424_4b7741ccfd_t.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">2124445424_4b7741ccfd_t</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>periksa diri</title>
		<link>http://jakalaut.wordpress.com/2009/09/04/periksa-diri/</link>
		<comments>http://jakalaut.wordpress.com/2009/09/04/periksa-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 16:15:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jakalaut</dc:creator>
				<category><![CDATA[dikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakalaut.wordpress.com/?p=108</guid>
		<description><![CDATA[Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa di dalam al-Qur’an Tuhan telah berfirman, “Akan Kami pasang satu timbangan yang adil di Hari Perhitungan dan tak akan ada jiwa yang dianiaya dalam segala hal. Siapa pun yang telah menempa satu butir kebaikan atau maksiat, kelak pada hari itu akan melihatnya.” Di dalam al-Qur’an juga tertulis, “Setiap jiwa akan melihat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakalaut.wordpress.com&amp;blog=9148357&amp;post=108&amp;subd=jakalaut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignright size-full wp-image-110" title="3870227250_2fe6b43c82" src="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/09/3870227250_2fe6b43c82.jpg?w=497&#038;h=330" alt="3870227250_2fe6b43c82" width="497" height="330" />Ketahuilah wahai saudaraku, bahwa di dalam al-Qur’an Tuhan telah berfirman, “Akan Kami pasang satu timbangan yang adil di Hari Perhitungan dan tak akan ada jiwa yang dianiaya dalam segala hal. Siapa pun yang telah menempa satu butir kebaikan atau maksiat, kelak pada hari itu <span id="more-108"></span>akan melihatnya.” Di dalam al-Qur’an juga tertulis, “Setiap jiwa akan melihat apa yang diperbuat sebelumnya pada Hari Perhitungan.” Khalifah Umar pernah berkata, “Tuntutlah pertanggungjawaban dari dirimu sebelum dituntut pertanggungjawabanmu.” Dan Tuhan berfirman, “Wahai kaum mukminin, bersabar dan berjuanglah melawan nafsu-nafsumu dan kemudian beristiqamahlah.” Semua wali paham bahwa mereka datang ke dunia ini untuk menyelenggarakan suatu lalu-lintas ruhaniah. Perolehan ataupun kerugian yang menjadi akibatnya adalah surga atau neraka. Oleh karena itu, mereka selalu menatap dengan pandangan waspada kepada badan mereka yang berkhianat, bisa menyebabkan mereka menderita kerugian besar.</p>
<p>Oleh karena itu, hanya orang-orang bijaksana sajalah yang setelah shalat subuhnya menghabiskan satu jam penuh untuk mengadakan perhitungan ruhaniah dan berkata kepada jiwanya, “Wahai jiwaku, engkau hanya mempunyai satu hidup. Tidak satu pun saat yang telah lewat bisa dikembalikan, karena dalam perbendaharaan Allah jumlah nafas bagianmu sudah tertentu dan tidak bisa ditambah. Ketika kehidupan telah berakhir, tidak ada lagi lalu-lintas ruhaniah yang mungkin kau peroleh. Karena itu, apa yang bisa kau kerjakan, kerjakanlah sekarang. Perlakuan hari ini sedemikian rupa seakan-akan hidupmu telah kau habiskan sama sekali dan bahwa hari ini adalah hari tambahan yang dianugerahkan kepadamu oleh rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. Kekeliruan apa lagi yang lebih besar daripada menyia-nyiakannya?”</p>
<p>Pada Hari Kebangkitan seseorang akan mendapati seluruh jam-jam hidupnya terjajar seperti satu deret lemari perbendaharaan. Pintu salah satu lemari itu akan terbuka dan akan tampak penuh dengan cahaya. Hal itu mencerminkan saat yang dihabiskan untuk melakukan kebaikan. Hatinya akan dipenuhi dengan kegembiraan sedemikian besar sehingga sebagian daripadanya saja sudah akan membuat penghuni neraka melupakan api itu. Pintu lemari yang kedua akan terbuka; di dalamnya gelap pekat dan dari dalamnya terpancar bau tidak enak, yang menyebabkan setiap orang menutup hidungnya. Itu mencerminkan saat-saat yang dihabiskan untuk berbuat maksiat.</p>
<p>Ia akan merasakan takut yang sedemikian besar sehingga sebagian daripadanya saja sudah akan segera membuat penghuni surga gelisah dan memohon rahmat. Pintu lemari yang ketiga pun terbuka; di dalamnya tampak kosong, tak ada cahaya tidak pula gelap. Ini mencerminkan saat-saat yang tidak dipakai untuk melakukan kebaikan maupun maksiat. Waktu itu ia akan merasa sangat menyesal dan bingung laksana seorang yang memiliki harta banyak, tapi menyia-nyiakannya atau membiarkannya lepas begitu saja dari genggamannya. Jadi, seluruh rangkaian saat-saat hidupnya akan dipertunjukkan satu demi satu di depan matanya. Lantaran itu, seseorang mesti berkata kepada jiwanya setiap pagi: “Allah telah memberimu khazanah dua puluh empat jam. Berhati-hatilah agar engkau tidak kehilangan satu pun di antaranya, karena engkau tidak akan mampu menahan penyesalan yang akan mengikuti kerugian seperti itu.”</p>
<p>Para wali telah berkata, “Sekalipun, misalnya, Allah akan mengampuni anda yang menyia-nyiakan kehidupan, anda tidak akan bisa mencapai tingkatan orang-orang saleh dan mesti akan menyesali kerugian anda. Oleh karena itu, awasilah dengan ketat lidah anda, mata anda dan segenap anggota rubuh anda, karena masing-masing daripadanya mungkin menjadi pintu gerbang menuju neraka. Ucapkanlah pada badan anda, ‘Jika engkau memberontak, sesungguhnya aku akan menghukummu’ karena meskipun badan itu keras kepala, ia mampu menerima perintah dan bisa dijinakkan dengan keprihatinan.” Itulah tujuan pemeriksaan diri, dan Nabi saw. telah berkata, “Kebahagiaan itu bagi orang yang sekarang mengerjakan amal-amal yang akan memberikan keuntungan baginya setelah mati.”</p>
<p>Sekarang sampailah kita pada dzikrullah yang berarti ingatnya seseorang bahwa Allah mengamati seluruh tindakan dan pikirannya. Orang-orang hanya melihat penampilan luar, sementara Allah melihat keduanya; yang di luar maupun yang di dalam diri manusia. Orang yang benar-benar mempercayai hal ini akan mampu mendisiplinkan wujud-luar maupun wujud-dalamnya. Jika ia menyangkal hal ini, maka ia adalah seorang kafir; dan jika sementara mempercayainya dia bertindak bertentangan dengan kepercayaannya itu, maka dia telah melakukan kesalahan berupa bersikap angkuh yang paling parah.</p>
<p>Suatu hari seorang Habsy datang kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, saya telah melakukan banyak dosa. Mungkinkah tobat saya bisa diterima?” Nabi menjawab, “Ya.” Kemudian sang Habsy berkata, “Wahai Rasulullah, setiap saya melakukan dosa, adakah Tuhan benar-benar melihatnya?” “Ya,” jawab beliau. Sang Habsy pun melontarkan pekikan dan kemudian jatuh tak sadar. Sebelum seseorang benar-benar yakin akan kenyataan bahwa ia selalu berada di dalam pengamatan Allah, tidak mungkin ia bertindak di jalan yang benar.</p>
<p>Seorang Syaikh suatu kali mempunyai seorang murid yang ia sayangi lebih dari yang lain, sehingga membangkitkan rasa iri mereka. Suatu hari sang Syaikh memberi masing-masing muridnya seekor unggas dan memerintahkan mereka untuk pergi dan membunuhnya di suatu tempat yang tak ada yang bisa melihat. Sesuai dengan itu, setiap muridnya membunuh unggasnya di tempat yang tersembunyi dan membawanya kembali, kecuali murid Syaikh yang paling disayanginya itu. Ia membawa kembali unggas itu dalam keadaan hidup seraya berkata, “Saya tak bisa menemukan tempat seperti itu, karena Allah selalu melihatku di mana-mana.” Sang Syaikh pun berkata kepada muridnya yang lain, “Sekarang kamu tahu tingkatan anak muda ini. Ia telah mencapai tingkat selalu mengingati Allah.”</p>
<p>Ketika Zulaikha menggoda Yusuf, ia menutupkan kain ke atas wajah berhala yang biasa disembanya. Yusuf berkata kepadanya, “Wahai Zulaikha, engaku malu di hadapan seonggokan batu, maka tidakkah aku mesti malu di hadapan Dia yang menciptakan tujuh langit dan bumi.” Satu kali seseorang datang kepada Wali Junaid dan berkata, “Saya tidak bisa menahan pandangan mata saya dari melihat hal-hal yang menggairahkan. Apa yang mesti saya perbuat?” Jawab Junaid, “Dengan mengingat bahwa Allah melihatmu jauh lebih jelas daripada kamu melihat orang lain.” Di dalam hadits qudsi tertulis bahwa Allah berfirman, “surga itu bagi orang-orang yang sempat berkeinginan untuk mengerjakan dosa tapi kemudian ingat bahwa mataKu ada di atas mereka dan kemudian mereka menahan diri.”</p>
<p>Abdullah bin Dinar meriwayatkan, bahwa suatu kali ia berjalan bersama Khalifah Umar di dekat Makkah ketika bertemu seorang anak laki-laki penggembala sedang menggembalakan sekawanan domba. Umar berkata kepadanya, “Juallah seekor domba padaku.” Anak laki-laki itu menjawab, “Domba-domba ini bukan milikku, tapi milik tuanku.” Kemudian untuk mengujinya, Umar berkata, “Engkau kan bisa berkata kepadanya bahwa seekor srigala telah menyambar salah satu di antaranya, dan dia tidak akan tahu apa-apa mengenai hal itu?” “Tidak, memang dia tak akan tahu,” kata anak itu, “tapi Allah akan mengetahuinya.” Umar pun menangis dan mendatangi majikan anak laki-laki itu untuk membelinya dan kemudian membebaskannya sambil berkata, “Ucapanmu itu telah membuatmu bebas di dunia ini akan akan membuatmu bebas pula di akhirat.”</p>
<p>Ada dua tingkatan DZIKRULLAH ini.</p>
<p>Tingkatan PERTAMA adalah tingkatan para wali yang pikiran-pikirannya seluruhnya terserap dalam perenungan dan keagungan Allah, dan sama sekali tidak menyisakan lagi ruang di hati mereka untuk hal-hal lain. Inilah tingkatan zikir, yang lebih rendah, karena ketika hati manusia sudah tetap dan anggota-anggota tubuhnya sedemikian terkendalikan oleh hatinya sehingga mereka menjauhkan diri dari tindakan-tindakan yang sebenarnya halal, maka ia sama sekali tak lagi butuh akan alat ataupun penjaga terhadap dosa-dosanya. Terhadap zikir seperti inilah Nabi saw. berkata, “Orang yang bangun dipagi hari hanya dnegan Allah di dalam pikirannya maka Allah akan menjaganya di dunia ini maupun di akhirat.”</p>
<p>Beberapa di antara penzikir ini sampai sedemikian larut dalam ingatan akan Dia, sehingga, mereka tidak mendengarkan orang yang bercakap dengan mereka, tidak melihat orang berjalan di depan mereka, tetapi terhuyung-huyung seakan-akan melanggar dinding. Seorang wali meriwayatkan bahwa suatu hari ia melewati tempat para pemanah sedang mengadakan perlombaan memanah. Agak jauh dari situ, seseorang duduk sendirian. “Saya mendekatinya dan mencoba mengajaknya berbicara, tetapi dia menjawab, ‘Mengingat Allah lebih baik daripada bercakap.’ Saya berkata, ‘Tidakkah anda kesepian?” ‘Tidak,’ jawabnya, ‘Allah dan dua malaikat bersama saya.’ Sembari menunjuk kepada para pemanah saya bertanya, ‘Mana di antara mereka yang telah berhasil menggondol gelar juara?’ ‘Orang yang telah ditakdirkan Allah untuk menggondolnya,’ jawabnya. Kemudian saya bertanya, ‘Jalan ini datang dari mana?” Terhadap pertanyaan ini dia mengarahkan matanya ke langit, kemudian bangkit dan pergi seraya berkata, “Ya Rabbi, banyak mahlukMu menghalang-halangi orang dari mengingatMu.’ “</p>
<p>Wali Syibli suatu hari pergi mengunjungi sufi Tsauri. Didapatinya Tsauri sedang duduk tafakur sedemikian tenang sehingga tidak satu pun rambut di tubuhnya bergerak. Syibli pun bertanya kepadanya, “Dari siapa anda belajar mempraktekkan ketenangan tafakur seperti itu?” Tsauri menjawab, “Dari seekor kucing yang saya lihat menunggu di depan lobang tikus dengan sikap yang bahkan jauh lebih tenang daripada yang saya lakukan.”</p>
<p>Ibnu Hanif meriwayatkan, “Kepada saya diberitakan bahwa di kota Sur seorang syaikh dengan seorang muridnya selalu duduk dan larut di dalam dzikrullah. Saya berangkat ke sana dan mendapati mereka berdua duduk dengan wajah menghadap ke Makkah. Saya mengucapkan salam kepada mereka tiga kali, tapi mereka tidak menjawab. Saya berkata, “Saya meminta dengan sangat, demi Allah, agar anda menjawab salam saya.” Yang lebih muda mengangkat kepalanya dan menjawab, “Wahai Ibnu Hanif, dunia ini hanya ada untuk waktu yang singkat saja. Dan dari waktu yang singkat itu hanya sedikit yang masih tersisa. Anda telah menghalang-halangi kami dengan menuntut agar kami membalas salam anda.” Ia kemudian menundukkan kepalanya kembali dan diam. Saya waktu itu merasa lapar dan haus, tetapi keingintahuan akan kedua orang itu membuat saya seakan lupa diri. Saya bersembahyang ‘Ashar dan Maghrib bersama mereka, kemudian meminta mereka memberi nasehat-nasehat ruhaniah. Yang muda menjawab, “Wahai Ibnu Hanif, kami ini orang sengsara, kami tidak memiliki lidah untuk memberikan nasehat.” Saya tetap berdiri di sana tiga hari tiga malam. Tidak satu patah kata pun terlontar dari kami dan tak seorang pun tidur. Kemudian saya berkata dalam hati, “Saya minta mereka dengan sangat, demi Allah, untuk memberi saya beberapa nasehat.” Yang muda mengkasyaf pikiran saya, kemudian sekali lagi mengangkat kepalanya, “Pergi dan carilah seseorang yang dengan mengunjunginya akan membuat anda mengingati Allah, dan menanamkan rasa takut akan Dia di dalam hati anda, dan yang akan memberi anda nasehat melalui diamnya, bukan lewat cakapnya.”<br />
Itu semua adalah zikir para wali, yaitu berada dalam keadan terserap keseluruhan dalam perenungan akan Allah.</p>
<p>Tingkatan KEDUA dari dzikrullah adalah zikir “golongan kanan” (ashabul-Yamin). Orang-orang ini sadar bahwa Allah mengetahui segala sesuatu tentang mereka dan merasa malu dalam kehadiranNya. Meskipun demikian, mereka tidak larut dalam pikiran tentang keagungan-keagunganNya, melainkan tetap sepenuhnya sadar diri. Keadaan mereka seperti seseorang yang tiba-tiba terperangah di dalam keadaan telanjang dan dengan terburu-buru menutupi dirinya. Kelompok tingkatan pertama tadi menyerupai seseorang yang tiba-tiba mendapati dirinya di hadapan seorang raja dan merasa bingung serta kaget. Kelompok tingkatan kedua menyelidiki dengan teliti semua hal yang terlintas dalam pikiran mereka, karena pada hari akhir tiga pertanyaan akan ditanyakan berkenaan dengan setiap tindakan: kenapa engkau melakukannya?; bagaimana kamu melakukannya; apa tujuanmu melakukannya? Yang pertama ditanyakan karena seorang semestinya bertindak berdasarkan dorongan (impuls) Ilahiah dan bukan dorongan setan atau badaniah belaka. Jika pertanyaan ini dijawab dengan baik, maka pertanyaan kedua akan menguji tentang bagaimana pekerjaan itu dilakukan secara bijaksana atau ceroboh dan lalai. Dan yang ketiga, pekerjaan itu dilakukan hanya demi mencari ridha Tuhan ataukah demi memperoleh pujian manusia.<br />
<img class="alignright size-full wp-image-111" title="Oke3" src="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/09/oke3.jpg?w=250&#038;h=163" alt="Oke3" width="250" height="163" />Jika seseorang memahami arti pertanyaan-pertanyaan ini, ia akan menjadi sangat awas terhadap kadaan hatinya dan terhadap bagaimana ia berpikiran sebelum akhirnya bertindak. Memperbedakan pikiran-pikiran itu adalah hal yang sulit dan musykil dan orang yang tidak mampu melakukannya mesti mengaitkan dirinya pada seorang pengarah ruhani yang bisa menerangi hatinya. Ia mesti benar-benar menghindar dari orang-orang terpelajar yang sepenuhnya bersikap duniawi. Mereka itu agen setan. Allah berfirman kepada Daud a.s. “Wahai Daud, jangan bertanya tentang orang-orang terpelajar yang teracuni oleh cinta dunia, karena ia akan merampok kecintaanKu darimu.” Dan Nabi saw. bersabda, “Allah mencintai orang yang cermat dalam meneliti soal-soal yang meragukan dan yang tidak membiarkan akalnya dikuasai oleh nafsunya.” Nalar dan pembedaan berkaitan erat, dan orang yang di dalam dirinya nalar tidak mengendalikan nafsu tidak akan cermat melakukan penyelidikan.</p>
<p>Di samping beberapa peringatan tentang penelitian sebelum bertindak, seseorang juga mesti dengan ketat menuntut pertanggungjawaban dirinya atas tindakan-tindakan masa lampaunya. Setiap malam ia mesti memeriksa hatinya berkenaan dengan apa yang telah ia kerjakan., demi melihat telah beruntung ataukah merugi ia dalam modal ruhaninya. Inilah yang lebih penting, karena hati itu seperti rekanan dagang yang khianat yang selalu siap untuk menipu dan mengelabui. Kadang-kadang ia menampakkan perasaan mementingkan-diri-sendirinya dalam bentuk ketaatan kepada Allah sedemikian rupa, sehingga seseorang menyangka bahwa ia telah beruntung padahal sebenarnya ia merugi.</p>
<p>Seorang wali bernama Amiya, berumur enam puluh tahun, menghitung hari-hari dalam hidupnya dan ia dapati bahwa hari-harinya itu berjumlah 21.600 hari. Ia berkata kepada dirinya sendiri, “Celaka aku, sekiranya aku melakukan satu dosa saja setiap harinya, bagaimana aku bisa melarikan diri dari timbunan 21.600 dosa?” Ia pun memekik dan rubuh ke tanah. Ketika orang-orang datang untuk membangunkannya, mereka dapati ia telah mati.</p>
<p>Tetapi sebagian besar manusia bersifat lalai dan tidak pernah berfikir untuk meminta pertanggungjawaban dirinya sendiri. Jika bagi setiap dosa yang dilakukannya, seseorang menempatkan sebutir batu di dalam sebuah rumah kosong, segera saja akan ia dapati rumah itu penuh dengan batu. Jika malaikat pencatat menuntut upah darinya bagi pekerjaan menuliskan dosa-dosanya, maka semua uangnya akan cepat sirna. Orang menghitung biji tasbih dengan rasa puas diri setiap kali mereka selesai menyebut nama Allah, tetapi mereka tidak mempunyai tasbih untuk menghitung kata-kata sia-sia yang tak terbilang banyaknya yang telah mereka ucapkan.</p>
<p>Oleh karena itu, Khalifah Umar berkata, “Timbang benar-benar kata-kata dan tindakan-tindakanmu sebelum semuanya itu ditimbang pada saat pengadilan nanti.” Ia sendiri sebelum beristirahat pada setiap malamnya biasa memukul kakinya dengan disertai rasa ngeri kemudian berseru, “Apa yang telah kau lakukan hari ini?” Abu Thalhah suatu kali shalat di sebuah kebun korma ketika menampak seekor burung indah yang melintas menyebabkannya salah hitung jumlah sujud yang telah dilakukannya. Untuk menghukum dirinya karena kelalaiannya ini, ia memberikan kebun kormanya kepada orang lain. Wali-wali seperti itu tahu bahwa sifat inderawi mereka cenderung untuk tersesat. Oleh karena itu mereka mengawasi dengan ketat dan menghukumnya untuk setiap kesalahan yang dilakukannya.</p>
<p>Jika seseorang mendapati dirinya bebal dan menolak sikap cermat dan disiplin diri, ia mesti selalu bersama-sama dengan seseorang yang cakap dalam praktek-praktek seperti itu agar ia tertulari entusiasme sang ahli tersebut. Seorang wali biasa berkata, “Jika saya ogah-ogahan dalam melakukan disiplin diri, saya menatap Muhammad ibn Wasi, dan memandangnya saja sudah akan menyalakan kembali semangat saya, paling tidak untuk seminggu.” Jika seorang tidak bisa menemukan teladan sikap cermat seperti itu di sekitarnya, maka baik baginya utnuk mempelajari kehidupan para Wali. Ia juga mesti mendorong jiwanya!</p>
<p>“Wahai jiwaku, kau anggap dirimu cerdas, dan marah jika disebut tolol. Lalu sebetulnya kau ini apa? Kau persiapkan pakaianmu untuk menutupi dirimu dari gigitan musim dingin, tapi tidak kaupersiapkan diri untuk akhiratmu. Keadaanmu seperti seseorang yang di tengah musim dingin berkata, ‘Saya tak akan mengenakan pakaian hangat, tetapi percaya pada rahmat Tuhan untuk melindungi saya dari dingin.’ Ia lupa bahwa bersamaan dengan menciptakan dingin, Allah menunjuki manusia cara membuat pakaian untuk melindungi diri darinya dan menyediakan bahan-bahan untuk pakaian itu. Ingatlah juga, wahai diri, bahwa hukumanmu di akhirat bukan karena Allah marah pada ketidaktaatanmu, dan jangan berpikir: “Bagaimana mungkin dosa saya mengganggu Allah?” Nafsumu sendirilah yang akan menyalakan kobaran neraka dalam dirimu. Makanan tidak sehat yang dimakan seseorang menimbulkan penyakit pada tubuh orang itu, bukan karena dokter jengkel kepadanya karena melanggar nasehat-nasehatnya.</p>
<p>“Celakalah ‘kau, wahai diri, karena cintamu yang berlebihan kepada dunia! Jika kau tidak percaya pada surga dan neraka, bagaimana mungkin kau percaya pada mati yang akan merenggut semua kenikmatan duniawi dirimu dan menyebabkan kau menderita oleh perpisahan itu sebanding dengan keterikatanmu pada kenikmatan duniawi itu. Kenapa kau dicipta setelah dunia? Jika semuanya, dari timur sampai barat, adalah milikmu dan menyembahmu, toh dalam waktu singkat semuanya itu akan menjelma menjadi debu bersama dirimu, dan pemusnahan akan menghapuskan namamu sebagaimana raja-raja sebelummu. Tetapi sekarang, mengingat bahwa kau hanyalah memiliki sebagian sangat kecil dari dunia ini dan itu pun bagian yang kotor daripadanya, akankah kau begitu gila untuk menukar kebahagiaan abadi dengannya, permata yang mahal dengan sebuah gelas pecah yang terbuat dari lempung dan menjadikan dirimu bahan tertawaan orang-orang di sekitarmu?”</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-<br />
Sumber : Kimia Kebahagiaan, Imam Ghazali ; Isnet</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jakalaut.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jakalaut.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jakalaut.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jakalaut.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jakalaut.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jakalaut.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jakalaut.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jakalaut.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jakalaut.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jakalaut.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jakalaut.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jakalaut.wordpress.com/108/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jakalaut.wordpress.com/108/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jakalaut.wordpress.com/108/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakalaut.wordpress.com&amp;blog=9148357&amp;post=108&amp;subd=jakalaut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakalaut.wordpress.com/2009/09/04/periksa-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bd77870968ffbc8d2a7b8c35ed873ada?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jakalaut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/09/3870227250_2fe6b43c82.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3870227250_2fe6b43c82</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/09/oke3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Oke3</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sifat wajib bagi allah</title>
		<link>http://jakalaut.wordpress.com/2009/09/02/sifat-wajib-bagi-allah/</link>
		<comments>http://jakalaut.wordpress.com/2009/09/02/sifat-wajib-bagi-allah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2009 15:52:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jakalaut</dc:creator>
				<category><![CDATA[tauhid]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakalaut.wordpress.com/?p=106</guid>
		<description><![CDATA[Sifat Wajib bagi Allah Image by Shutterhack via Flickr ALLAH WUJUD QIDAM BAQA &#8211; MUKHALAFATUHU LIL HAWADITSI &#8211; QIYAMUHU BINAFSIHI &#8211; WAHDANIYAH QUDRAH IRADAH ILMU HAYAT &#8211; SAM&#8217; A BASHOR KALAM &#8211; QADIRAN MURIDA &#8211; ALIMAN HAYYAN SAMIAN &#8211; BASHIRAN MUTAKALLIMA Sejak kecil saya suka lagu itu, meski saat itu belum tahu maksudnya apa, gara-gara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakalaut.wordpress.com&amp;blog=9148357&amp;post=106&amp;subd=jakalaut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sifat Wajib bagi Allah</p>
<div class="zemanta-img zemanta-action-dragged" style="display:block;margin:1em;">
<div>
<dl class="wp-caption alignright">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://www.flickr.com/photos/9352758@N04/3880079029/"><img title="Driftwood in Merang (DSC7914)" src="http://farm3.static.flickr.com/2628/3880079029_8548b12f75_m.jpg" alt="Driftwood in Merang (DSC7914)" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd zemanta-img-attribution">Image by <a href="http://www.flickr.com/photos/9352758@N04/3880079029/">Shutterhack</a> via Flickr</dd>
</dl>
</div>
</div>
<p>ALLAH WUJUD QIDAM BAQA &#8211; MUKHALAFATUHU LIL HAWADITSI &#8211; QIYAMUHU BINAFSIHI &#8211; WAHDANIYAH QUDRAH IRADAH ILMU HAYAT &#8211; SAM&#8217; A BASHOR KALAM &#8211; QADIRAN MURIDA &#8211; ALIMAN HAYYAN SAMIAN &#8211; BASHIRAN MUTAKALLIMA</p>
<p>Sejak kecil saya suka lagu itu, meski saat itu belum tahu maksudnya apa, gara-gara sering dengar malah jadi hafal dan terus melekat hingga sekarang. Biasanya lagu ini disenandungkn sebelum tidur. Wallahu a&#8217;lam apakah Almh Budhe Iha yang menyenandungkan juga paham esensi (maksud) dari lagu itu atau tidak. Belasan tahun setelah itu,<span id="more-106"></span> saya baru paham maksudnya.</p>
<p>Lagu itu berisi tentang sifat-sifat Allah yang wajib. Sifat wajib bagi Allah ada 20, yang 13 (nafsiyah, salbiyah, ma&#8217;ani) sudah disepakati para ulama Asy&#8217;ariyah dan yang 7 (ma&#8217;nawiyah) ulama masih berbeda pendapat.</p>
<p>Bagiannya seperti ini :</p>
<p>1. Sifat Nafsiyah = hanya WUJUD saja<br />
2. Sifat Salbiyah = QIDAM &#8211; BAQA &#8211; MUKHALAFATUHU LILHAWADITSI &#8211; QIYAMUHU BINAFSIHI &#8211; WAHDANIYAH<br />
3. SIfat Ma&#8217;ani = QUDRAH &#8211; IRADAH -ILMU &#8211; HAYAT &#8211; SAM&#8217;U &#8211; BASHAR &#8211; KALAM<br />
4. Sifat Ma&#8217;nawiyah = QADIR &#8211; MURID &#8211; ALIM &#8211; HAY &#8211; SAMI&#8217; &#8211; BASHIR &#8211; MUTAKALLIM</p>
<p>Itulah sifat-sifat Allah yang wajib menurut paham Aqidah Asy&#8217;ariyah. Begitu hebat cara ulama2 melayu lama yang ingin memasukkan ajaran keyakinan kepada umatnya yang awam, bahkan disisipkan lewat lagu sebelum tidur yang sudah terwarisi sejak entah berapa puluh atau ratus tahun yang lalu.</p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Sifat Allah itu terbagi dalam beberapa bagian. Ada yang wajib bagi Allah, mustahil bagi Allah, dan jaiz bagi Allah. Secara singkat sebagai berikut:</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Sifat yang wajib dan mustahil bagi Allah masing-masing 20 yang saling berlawanan:</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">1. Ada (<em>wujud</em>) lawnnya tidak ada (<em>’adam</em>)<br />
2. Dahulu (<em>qidam</em>) lawannya baru (<em>huduts</em>)<br />
3. Kekal (<em>baqa’</em>) lawannya berubah-ubah (<em>fana’</em>)<br />
4. Tidak menyerupai sesuatu (<em>mukhalafatu lil hawaditsi</em>) lawannya menyerupai sesuatu (<em>almumatsalatu lil hawaditsi</em>)<br />
5. Berdiri sendiri (<em>qiyamuhu binafsihi</em>) lawannya berhajat kepada yang lain (<em>al-ihtiyaju lighairihi</em>)<br />
6. Esa (<em>wahdaniyat</em>) lawannya berbilang (<em>wujudusy syarik</em>)<br />
7. Kuasa (<em>qudrat</em>) lawannya tdak kuasa (<em>’ajz</em>)<br />
8. Berkehendak (<em>iradah</em>) lawannya terpaksa (<em>karahah</em>)<br />
9. Mengetahui (<em>’ilm</em>) lawannya bodoh (<em>jahl</em>)<br />
10. Hidup (<em>hayat</em>) lawannya mati (<em>maut</em>)<br />
11. Mendengar (<em>sama’</em>) lawannya tuli (<em>shamam</em>)<br />
12. Melihat (<em>bashar</em>) lawannya buta (<em>’umyu</em>)<br />
13. Berbicara (<em>kalam</em>) lawannya bisu (<em>bukm</em>)<br />
14. Yang Berkuasa (<em>qadiran</em>) lawnanya Yang tidak berkuasa (<em>’ajizan</em>)<br />
15. Yang Berkemauan (<em>muridan</em>) lawannya Yang Terpaksa (<em>mukrahan</em>)<br />
16. Yang berpengatahuan (<em>’aliman</em>) lawannya Yang Bodoh (<em>jahilan</em>)<br />
17. Yang Hidup (<em>hayyan</em>) lawannya Yang Mati (<em>mayyitan</em>)<br />
18. Yang Mendengar (<em>sami’an</em>) lawannya. Yang Tuli (<em>ashamm</em>)<br />
19. Yang Melihat (<em>basyiran</em>) lawannya Yang Buta (<em>a’ma</em>)<br />
20. Yang Berbicara (<em>mutakalliman</em>) lawannya Yang Bisu (<em>abkam</em>)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Adapun Sifat Jaiz Bagi Allah SWT adalah bahwa Allah berbuat apa yang dikehendaki, seperti dalam Al-Qur’an disebutkan :</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:medium;">وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَايَشَاءُ وَيَخْتَارُ</span> </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">“<em>Dan Tuhanmu menjadikan dan memilih barang siapa apa yang dikehendaki-Nya. </em>(Al-Qashash: 68)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Allah menjadikan alam ini bukanlah suatu keharusan. Apabila menjadi suatu keharusan, berarti semuanya hawadits, itu tidak mungkin terjadi namanya. Apabila Allah menghendaki, maka terjadilah barang itu berwujud, dan apabila Allah tidak menghendaki, maka tidak pula terwujud.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Dari keterangan itu semuanya, ternyata Allah membuat atau tidak membuat segala sesuatu yang mungkin ini, hanyalah kemungkinan belaka. Sifat membuat alam ini atau tidak membuatnya adalah sifat jaiz bagi Allah. Artinya hal itu bias saja boleh terjadi atau tidak terjadi. Apabila dikehendaki, maka hal itu diadakanlah dan terjadi, dan apabila tidak dikehendaki, tidak diadakan dan tidak terjadi.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><strong>Iman kepada Malaikat Allah</strong></span></p>
<div class="zemanta-img zemanta-action-dragged" style="display:block;margin:1em;">
<div>
<dl class="wp-caption alignright">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://www.flickr.com/photos/44124425616@N01/1367631150"><img title="Happy Ramadan" src="http://farm2.static.flickr.com/1406/1367631150_f15b30ff47_m.jpg" alt="Happy Ramadan" width="240" height="166" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd zemanta-img-attribution">Image by <a href="http://www.flickr.com/photos/44124425616@N01/1367631150">Hamed Saber</a> via Flickr</dd>
</dl>
</div>
</div>
<p><span style="font-family:Verdana;">Malaikat itu tidak sama dengan manusia di dalam sifat-sifat dan pekerjaannya: bukan laki-laki dan bukan perempuan; tidak makan dan tidak pula minum; dan dalam keadaan biasa tidak dapat dilihat dengan mata kepala, malaikat-malaikat itu sebangsa Ruh saja. Kita tidak diwajibkan mengetahui hakekat dzat malaikat itu. Cukuplah kita mempercayai saja akan keberadaannya, dengan sifat-sifat yang tersebut dalam Al-Qur’an.</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">Para Nabi dan Rasul, dapat mencapai malaikat pembawa wahyu yang terkadang menjelma sebagai manusia dengan kehendak Allah, dan terkadang pun tidak bertubuh seperti manusia. Keterangan-keterangan tentang Malaikat dan sifat-sifatnya itu di dalam Al-Qur’an banyak sekali. Di antaranya ialah :</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:medium;">نَزَلَ بِهِ الُّروْحُ اْلأَمِيْنُ عَلىَ قَلْبِكَ لِتَكُوْنَ مِنَ اْلمُنْذَرِيْنَ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">“Turunlah Ar-Ruhul Amin (Jibril) dengan membawa Al-Wur’an di hatimu, supaya engkau menjadi salah seorang dari pada orang-orang yang memberikan peringatan”. (asy-Syu’ara’: 193-194)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;font-size:medium;">مَايَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلاَّ  لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">”<em>Tidak sesuatu perkataan yang dikatakan; melainkan mesti ada malaikat yang mengawasi dan meneliti</em>”. (Qaaf : 18)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><span style="font-size:medium;">قُلْ يَتَوَفَّكُمْ مَلَكُ اْلمَوْتِ الَّذِى وُكِلَ بِكُمْ ثُمَّ اِلَى رَبِكُمْ تُرْجَعُوْنَ</span> </span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;">“<em>Katakanlah kamu akan dinantikan oleh malaikat maut yang diwajibkan (mencabut) segala nyawa kamu; kemudian kepada Tuhanmu ingatlah kamu dikembalikan</em>”. (As-Sajadah: 11)</span></p>
<p><span style="font-family:Verdana;"><br />
Bilangan Malaikat itu banyak sekali, dan hanya diketahui oleh Allah sendiri. Masing-masing nama dan pekerjaan sendiri-sendiri. Dan nama-nama itulah yang dihubungkan dengan pekerjaannya. Pekerjaannya yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan dalam keterangan para Rasul ada banyak sekali di antaranya sebagai berikut :</span></p>
<p>1. Membawa wahyu dari hadirat Ilahi, kepada para Nabi dan Rasul. Dinamakan Ar-Ruhul-Amin atau <strong>Jibril</strong> atau Ar-Ruhul-Qudus.<br />
2. Membawa rezeki kepada semua makhluq dinamakan <strong>Mikail</strong>.<br />
3. Meniup sangkakala (trompet) di hari kemudian, dinamakan <strong>Israfil</strong>.<br />
5. Mencabut nyawa dari tubuh makhluq dinamakan <strong>Izrail</strong>.<br />
5 &amp; 6. Mengawasi dan meneliti pekerjaan manusia, dinamakan <strong>Rakib </strong>dan <strong>Atid</strong>.<br />
7 &amp; 8. Menanyai tiap-tiap orang dalam kubur dinamakan <strong>Mungkar</strong> dan <strong>Nakir</strong>.<br />
9. Menjaga neraka dinamakan <strong>Malik </strong>atau Zabaniyah<br />
10. Menjaga surga dinamakan <strong>Ridwan</strong></p>
<p><strong>KH A Nuril Huda<br />
</strong><em>Ketua PP Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU)</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jakalaut.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jakalaut.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jakalaut.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jakalaut.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jakalaut.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jakalaut.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jakalaut.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jakalaut.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jakalaut.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jakalaut.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jakalaut.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jakalaut.wordpress.com/106/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jakalaut.wordpress.com/106/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jakalaut.wordpress.com/106/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakalaut.wordpress.com&amp;blog=9148357&amp;post=106&amp;subd=jakalaut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakalaut.wordpress.com/2009/09/02/sifat-wajib-bagi-allah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bd77870968ffbc8d2a7b8c35ed873ada?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jakalaut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2628/3880079029_8548b12f75_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Driftwood in Merang (DSC7914)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm2.static.flickr.com/1406/1367631150_f15b30ff47_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Happy Ramadan</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>sholat kusuk</title>
		<link>http://jakalaut.wordpress.com/2009/09/01/sholat-kusuk/</link>
		<comments>http://jakalaut.wordpress.com/2009/09/01/sholat-kusuk/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 16:59:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jakalaut</dc:creator>
				<category><![CDATA[sholat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakalaut.wordpress.com/?p=102</guid>
		<description><![CDATA[Khusyuk Selama Hidup di Dunia dan dalam Sholat “Negeri akhirat itu (sorga) Kami jadikan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri (khusyuk) dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan yang baik (surga) bagi orang-orang yang bertaqwa”(3) “Minta tolong Image by Denis Collette&#8230;!!! via Flickr (kepada) Allah dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakalaut.wordpress.com&amp;blog=9148357&amp;post=102&amp;subd=jakalaut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Khusyuk Selama Hidup di Dunia dan dalam Sholat</strong></p>
<p>“Negeri akhirat itu (sorga) Kami jadikan bagi orang-orang yang <em>tidak menyombongkan diri</em> (khusyuk) dan tidak berbuat kerusakan di bumi. Dan kesudahan yang baik (surga) bagi orang-orang yang bertaqwa”(3)<span id="more-102"></span></p>
<p><img title="sabar dan sholat" src="http://ghifi.files.wordpress.com/2009/07/sabar-dan-sholat.jpg?w=270&#038;h=203&#038;h=203" alt="sabar dan sholat" width="270" height="203" />“Minta tolong</p>
<div class="zemanta-img zemanta-action-dragged" style="display:block;margin:1em;">
<div>
<dl class="wp-caption alignright">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://www.flickr.com/photos/62202285@N00/3877936738/"><img title="... poésie forestière ...!!!" src="http://farm3.static.flickr.com/2541/3877936738_7e7c3205f7_m.jpg" alt="... poésie forestière ...!!!" width="240" height="333" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd zemanta-img-attribution">Image by <a href="http://www.flickr.com/photos/62202285@N00/3877936738/">Denis Collette&#8230;!!!</a> via Flickr</dd>
</dl>
</div>
</div>
<p>(kepada) Allah dengan sabar dan sholat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’ ” ,kemudian di akhir ayat, “(yaitu) Orang-orang yang meyakini bahwa mereka menemui Tuhannya (Robb) dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.”(4) Kalau kita ingat musibah yang menimpa republik ini kita merasa butuh kepada Allah Swt. melalui <em>deep thinking </em>dan berbuat kesabaran (sholat dan sabar yang menjadi kesatuan).  Kemudian kita berdialog/bertemu dengan Allah Swt. seperti Mi’roj (di Sidratul Muntaha yang merupakan bagian dari Tauhid Rububiyah dan kemudian memahami bacaan sholat).  Lalu kembali ingat kematian ketika sholat berakhir.  Semua rangkaian ini menyebabkan kita kembali ke titik nol (kehambaan) yang menyebabkan tunduk/merendahkan/merasa hina tidak berdaya karena merasakan kebesaran dan kekuasaan Allah Swt.</p>
<p>Sebagai kesimpulan ada tiga step dalam mencapai kekhusyukan dalam sholat:</p>
<ol>
<li> Deep Thinking (Tauhid Rububiyah)</li>
<li> Kemudian mengagungkan asma Allah Swt. (tauhid Uluhiya) bahwa Allah Swt. pencipta alam semesta (robbul ‘aalamiin)</li>
<li>Mengingat diri sendiri (penghambaan) dan merendahkan serendah-rendahnya sampai titik nol (0) → khusyu’ yang merupakan pembangunan karakter / akhlak</li>
</ol>
<p>Wallahua’lam bishowaab</p>
<p>Referensi: Materi Khusyu’ dalam Kehidupan oleh Arifin Jayadiningrat</p>
<p>Wallahua’lam bishowaab</p>
<p>Footnotes: (1)  QS 20:108, QS 57:16,QS 17:109,QS 59:21,QS 23:2, QS 2:45, QS 21:90, QS 3:199, QS 33:35, QS 42:45,QS 54:7,QS 41:39, QS 68:43, QS 70:44,QS 79:9,QS 88:2</p>
<p>(2) QS 16: 10-19</p>
<p>(3) QS 28: 83</p>
<h1>(4) QS 2: 45-46<strong></strong></h1>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jakalaut.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jakalaut.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jakalaut.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jakalaut.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jakalaut.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jakalaut.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jakalaut.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jakalaut.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jakalaut.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jakalaut.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jakalaut.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jakalaut.wordpress.com/102/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jakalaut.wordpress.com/102/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jakalaut.wordpress.com/102/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakalaut.wordpress.com&amp;blog=9148357&amp;post=102&amp;subd=jakalaut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakalaut.wordpress.com/2009/09/01/sholat-kusuk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bd77870968ffbc8d2a7b8c35ed873ada?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jakalaut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ghifi.files.wordpress.com/2009/07/sabar-dan-sholat.jpg?w=270&#38;h=203" medium="image">
			<media:title type="html">sabar dan sholat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm3.static.flickr.com/2541/3877936738_7e7c3205f7_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">... poésie forestière ...!!!</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>hanya allah</title>
		<link>http://jakalaut.wordpress.com/2009/09/01/s/</link>
		<comments>http://jakalaut.wordpress.com/2009/09/01/s/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 16:39:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jakalaut</dc:creator>
				<category><![CDATA[cinta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jakalaut.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Image by Cool Hossam !! via Flickr ya.. aku tau. Sesungguhnya ketenangan hanyalah dari Allah..tak ada yang lain.. “Ya Allah..dalam senyapnya malam.. dalam gundahnya hati.. aku mencari…makna sebuah cinta yang hakiki.. dalam raga terlena..resah habanya jiwa.. akhirnya kutemukan satu cinta diatas cinta.. Cinta Allah…. sebuah misteri… bagi setiap.. hamba-hambaNya…” (the fikr-cinta diatas cinta) Bila matahari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakalaut.wordpress.com&amp;blog=9148357&amp;post=98&amp;subd=jakalaut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="zemanta-img zemanta-action-dragged" style="display:block;margin:1em;">
<div>
<dl class="wp-caption alignright">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://www.flickr.com/photos/15417016@N04/3204254858"><img title="In the name of Allah" src="http://farm4.static.flickr.com/3478/3204254858_eef73e1cb5_m.jpg" alt="In the name of Allah" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd zemanta-img-attribution">Image by <a href="http://www.flickr.com/photos/15417016@N04/3204254858">Cool Hossam !!</a> via Flickr</dd>
</dl>
</div>
</div>
<p>ya.. aku tau. Sesungguhnya ketenangan hanyalah dari Allah..tak ada yang lain..<br />
“Ya Allah..dalam senyapnya malam.. dalam gundahnya hati.. aku mencari…makna sebuah cinta yang hakiki..<br />
dalam raga terlena..resah habanya jiwa.. akhirnya <span id="more-98"></span>kutemukan satu cinta diatas cinta..<br />
Cinta Allah…. sebuah misteri… bagi setiap.. hamba-hambaNya…” (the fikr-cinta diatas cinta)</p>
<p>Bila matahari di tangan kananku, takkan mampu mengubah yakinku! terpatri dan takkan terbesit dalam lubuk hati…<br />
Bilakah rembulan di tangan kiriku, takkan mampu mengganti imanku..jiwa dan raga ini.. apapun adanya..!<br />
Andaikan. 1000 siksaan terus melambai-lambaikan derita yang mendalaamm…. seujung rambut pun aku takkan bimbang.. jalan ini yang kutempuh…! BIlakah.. ajal kan menjelang.. jemput rindu-rindu Syahid yang penuh kenikmatan.. cintaku hanya untukMu.. tetapkan muslimku selalu…….(shaffix-keimanan)<br />
Ya Allah…<br />
aku ingin.. mempersembahan jiwa ragaku secara utuh.. untukMu.. T_T</p>
<p>Ku memohon daam suciku padaMu.. Ampunkalah sgala dosa dalam diri.. Aku mohon dalam sujudku padaMu.. aku percaya Engkau bisa meneguhkan keimananku..</p>
<p>ENGKAU…. satu CINTA yang selamanya aku cari…..</p>
<p><img class="alignright size-full wp-image-123" title="3786826548_504545967f" src="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/09/3786826548_504545967f.jpg?w=497&#038;h=331" alt="3786826548_504545967f" width="497" height="331" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/jakalaut.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/jakalaut.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/jakalaut.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/jakalaut.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/jakalaut.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/jakalaut.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/jakalaut.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/jakalaut.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/jakalaut.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/jakalaut.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/jakalaut.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/jakalaut.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/jakalaut.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/jakalaut.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=jakalaut.wordpress.com&amp;blog=9148357&amp;post=98&amp;subd=jakalaut&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jakalaut.wordpress.com/2009/09/01/s/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/bd77870968ffbc8d2a7b8c35ed873ada?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jakalaut</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3478/3204254858_eef73e1cb5_m.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">In the name of Allah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://jakalaut.files.wordpress.com/2009/09/3786826548_504545967f.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">3786826548_504545967f</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
